Selasa, 04 September 2012

Great Debate Pertama: Liberalisme melawan Realisme


Subjek akademik HI muncul pertama kali karena dampak dari perang dunia pertama tahun 1914-1918. Perang yang mengakibatkan terbunuhnya jutaan jiwa itu telah menyisakan trauma yang mendalam bagi banyak orang. Pada periode 1920-1940an, terdapat sebuah kebutuhan untuk menyusun sistem politik yang dianggap bisa membuat seluruh dunia merasa tenang tanpa perang. Teori akademik pertama, muncul dengan sangat dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran liberal. Amerika Serikat saat itu akhirnya terlibat perang di tahun 1917, dan intervensi militernya sangat menentukan hasil perang. Saat itu Amerika Serikat mempunyai Presiden Woodrow Wilson, seorang professor yang mempunyai pandangan bahwa misi utamanya adalah membawa nilai-nilai demokrasi liberal ke eropa ke seluruh dunia dan perang besar akan dicegah  hanya dengan cara seperti itu.
Liberalisme dalam HI sangat erat kaitannya dengan munculnya negara liberal modern. Filsuf liberal, dimulai dari John Locke di abad ke tujuhbelas, melihat potensi yang besar bagi kemajuan manusia dalam civil society dan perekonomian kapitalis modern (Robert Jackson & George Sorensen, 1999). Kaum liberal memandang sifat manusia cenderung positif tetapi mereka juga percaya bahwa individu selalu mementingkan diri sendiri, walaupun dalam hal ini kaum liberalis juga menyatakan bahwa individu memiliki kepentingan sehingga dapat terlibat dalam aksi sosial yang kolaboratif dan kooperatif. Sehingga dapat diartikan bahwa perang dan konflik dapat dihindarkan ketika manusia menggunakan akal pikirannya untuk dapat bekerjasama bukan hanya delam negeri tetapi lintas batas internasional.
Menurut Jill Steans, ada beberapa asumsi dasar mengenai liberalisme, diantaranya adalah
  • Kaum liberal percaya bahwa seluruh manusia adalah makhluk rasional
  • Kaum liberal menulai kebebasan individu di atas segalanya
  • Liberalisme berpandangan positif tentang karakteristik manusia
  • Liberalisme yakin terhadap kemajuan
  • Dengan berbagai cara, liberalisme menentang pembagian antara wilayah domestik dan internasional.
Pada perdebatan pertama ini, kami lihat bahwa yang diperdebatkan adalah substansi yang sebaiknya digunakan dalam studi HI, pengetahuan mengenai apa itu HI diperdebatkan di sini. Realisme klasik telah muncul jauh sebelum perang dunia, yaitu ketika Thucydides, Machiavelli, dan Thomas Hobbes berbicara mengenai power. Realisme sendiri berkembang setelah gagalnya idealisme liberal. Hal ini ditandai dengan gagalnya liga bangsa-bangsa di tahun 1930an dan pecahnya perang dunia kedua. Menurut Jill Steans, ada beberapa asumsi dasar mengenai realisme, diantaranya adalah:
  • Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang mementingkan diri sendiri. Negara, seperti manusia, bertingkah laku mementingkan diri sendiri.
  • Negara merupakan aktor utama studi hubungan internasional
  • Kekuasaan merupakan kunci untuk memahami tingkah laku internasional dan motivasi negara dan politik internasional adalah perjuangan demi kekuasaan
  • Sejarah pasti akan berulang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Your comment is my progress
So to leave some comment